Sabtu, 14 Desember 2013

LANGKAH INSPEKSI APAR



Sebagian perusahaan masih kurang peduli terhadap salah satu peralatan emergency ini, biasanya mereka hanya akan membeli, dipasang lalu dibiarkan saja tanpa melakukan perawatan untuk menjaga agar kondisinya selalu siap pakai. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah alat pemadam yang praktis dan mudah digunakan oleh semua orang, dimana seharusnya alat ini dirawat dan dipastikan dapat dipakai untuk memadamkan kebakaran mula (api kecil) sehingga api tidak membesar dan membakar seluruh bangunan. 
KENDALIKAN API DI MENIT MENIT PERTAMA TIMBUL

Untuk memastikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dapat dipakai dan berfungsi apabila dipakai dalam suatu kondisi emergency maka, pengusaha harus menunjuk seseorang yang bertanggung jawab melakukan inspeksi bulanan dan maintenance APAR . Dimana hasil inspeksi di record dan disimpan dalam periode tertentu agar lebih mudah untuk melakukan pemantauan. Sebaiknya ada dua record yang harus dilaksanakan yaitu record yang terdapat di tabung APAR (dapat berupa tag) yang berisi tanggal inspeksi dilakukan, point-point inspeksi, media APAR, tanggal kadaluarsa, nama dan tanda tangan dari inspector, record yang ke dua dapat berupa check sheet  yang berisi: tanggal kadaluarsa, media APAR, bulan periode inspeksi, problem APAR, lokasi APAR dan informasi lainnya. Adapun point- point inspeksi dari APAR adalah sebagai berikut :
Pemeriksaan rutin bulanan :
  1. Segel/ pin APAR tidak rusak dan berada ditempatnya
  2. Periksa kondisi fisik dari APAR (bersihkan tabung, selang, handle,nozzle dari kotoran dll) 
  3. Pastikan APAR terisi full (jarum pressure gauge berada di area Hijau) 
  4. Pastikan kondisi pressure gauge baik (dengan cara menyentil presure gauge dengan jari, pressure gauge yang     baik jarumnya tidak akan bergoyang saat disentil)
  5. Pastikan APAR belum memasuki masa kadaluarsa .
  6. Jika anda merasa berat APAR tidak sesuai dengan berat yang tertera pada tabung, maka timbanglah. 
  7. Tabung tidak rusak/cacat/deformasi/bocor  Jika ada kebocoran pada tabung tarik dari lapangan/direject.   
  8. Pastikan lokasi & kemudahan access untuk menjangkau APAR  berada di posisi yang mudah dilihat. 
  9. Bersihkan karat dan debu yang ada di tabung secara rutin (bila karat sudah dinilai parah maka tarik dari  lapangan/direject. 
  10. Lakukan pengocokan  APAR dengan media Dry Chemical Powder,untuk menghindari pengumpalan powder. 
  11. Pastikan APAR yang berada di luar ruangan (terekspose sinar matahari langsung)  atau di area corosive dilengkapi dengan box/pelindung APAR.
  12. Berikan stempel inspeksi pada tag sebagai bukti pengecheckan pada setiap tabung APAR dan catat di ckeck sheet report. 



Perawatan tahunan : 

  1. Pengisian ulang APAR, hal ini dilakukan sesuai dengan masa kadaluarsa APAR (beda merek beda juga masa kadaluarsa APARnya)
  2. Pengecatan ulang APAR, dilakukan apabila kondisi cat APAR sudah mulai kusam atau ada karat ditabung 
  3. Hydrostatic test/uji tekan tabung APAR  dilakukan setiap 5 tahun untuk memastikan tabung masih layak pakai atau tidak

Hal tersebut diatas harus diketahui oleh inspector APAR agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, INGAT  apabila APAR tidak bisa dipakai saat terjadi kondisi emergency maka inspector APARlah yang harus bertanggung jawab. Disinilah beratnya menjadi inspector APAR ,selain tanggung jawab yang besar inspector APAR juga menghadapi bahaya sebagai berikut :


  • APAR meledak/Nozle lepas ketika dilakukan inspeksi (terutama rawan pada APAR bertekanan tinggi misal media CO2)
  • Cidera ringan (tergores, terjepit, terantuk dll) 
  • Bahaya ergonomi, cidera otot/tulang yang terjadi karena salah metode pengangkatan atau kurang pemanasan saat akan memulai suatu pekerjaan 
  • Terpapar bahan kimia, karena kebetulan letak APAR berada di area bahan kimia
  • Terpapar debu dari proses perawatan tabung APAR.
  • Jatuh dari ketinggian (karena kurang hati-hati saat menaiki tangga) dan bahaya-bahaya lain yang mungkin terjadi
Oleh karena itu sangat disarankan petugas inspector apar mengunakan APD yang sesuai dengan tugasnya :
  • Sarung tangan
  • Safety glass
  • Masker

LANGKAH AMAN MELINDUNGI MATA

    Mata harus terlindung dari panas,angin, sinar yang menyilaukan dan debu. Berbagai jenis kacamata pengaman mempunyai kegunaan yang berbeda. Kacamata debu berguna melindungi mata dari bahaya debu, gram (tatal) pada saat menggerinda, memahat dan mengebor. Kacamata las berguna melindungi mata dari bahaya sinar yang menyilaukan (kerusakan retina mata) pada saat melaksanakan pengelasan. Kacamata las dapat dibedakan terutama pada kacanya, antara pekerjaan las asetilin dan las listrik. Kacamata las listrik lebih gelap dibandingkan dengan kacamata las asetilin. Selain kacamata las terdapat juga kedok yang lazim disebut helm las atau kacamata las yang dipadukan dengan topi.


Di dalam kegiatan konstruksi / produksi kita melakukan terlalu banyak pekerjaan tanpa melindungi mata kita.
Beberapa bahaya mata di tempat kerja kita:
- Api pengelasan
- Percikan bunga api pengelasan dan pemotongan
- Debu dari kegiatan ampelas,menyapu
- Percikan zat kimia cair,pembersih kaca,pelumas,bbm
- Paku dan kawat yang terpasang di dinding
- Ikatan dan kawat yang tergantung di plafon
- Matahari dan angin

Kita sudah pernah mengalami debu dan kotoran masuk ke mata kita. Beberapa dari kita juga sudah mengalami benturan di mata oleh serpihan kayu, semen dan batu.
Baik itu besar maupun kecil serpihan ini dapat membuat kita mengalami iritasi sampai kebutaan.

Sekarang kita  mengidentifikasi bagaimana cara melindungi mata saat sedang bekerja.Kita semua hanya memiliki sepasang mata jadi jagalah selalu mata anda seumur hidup. Semahal apapun APD untuk mata kita harganya tetap terlalu kecil untuk kesehatan & keselamatan kita. Selalu gunakan alat perlindung yang tepat untuk mencegah cidera mata kita.

Untuk pengelasan, pelindung mata harus gelap untuk menangkal sinar UV yang sangat tajam. Jangan menggunakan lensa kontak di lokasi kerja. Debu dan partikel lainnya dapat masuk melalui bagian bawah lensa. Jika Anda harus menggunakan lensa kontak untuk alasan medis, gunakan juga alat pelindung mata yang sesuai.

Selalu gunakan kacamata Anda ketika anda menggunakan pelindung yang lain seperti helem las atau pelindung muka.Kenapa? karena ketika anda mengangkat pelindung tersebut anda bisa saja terpapar oleh serpihan, debu atau bahaya benda yang mudah terbang lainnya. Pelindung mata harus cocok dengan bahaya yang dihadapi. Goggles dapat melindungi anda dari debu tapi tidak melindungi anda dari percikan atau radiasi.

Pelindung mata anda harus benar-benar pas digunakan & bersihkan lensa yang kotor dengan air atau cairan pembersih lensa khusus untuk mengangkat kotoran dari pada mengakibatkan goresan pada lensa.

Selalu periksakan mata anda setiap beberapa tahun untuk memastikan masalah atau penyakit mata tidak berkembang atau bertambah buru bagi kesehatan Anda.

Selalu check kondisi APD mata , helm pengelasan, perlindungan saat snadblasting, dan pelindung lainnya secara berkala untuk menjaga perlindungannya tetap maksimal.

Dengan melakukan hal-hal yang sudah kita paparkan diatas, maka diharapkan Anda dapat melindungi mata anda saat bekerja






LANGKAH TANGGAP TERHADAP KECELAKAAN

Kecelakaan dapat terjadi dimana saja, jadi bersiap-siaplah. Di beberapa tempat saat anda atau teman sekerja anda membutuhkan perawatan medis akibat kecelakaan dan kebanyakan korban kecelakaan akan menerima beberapa jenis bantuan dan pertolongan awal dari seseorang seperti anda.
pertolongan pertama pada kecelakaan
Banyak kasus saat seseorang melihat kecelakaan malah bingung,histeris,gugup bahkan ada yg tidak sadarkan diri.Mengetahui bagaimana menanggapi suatu kecelakaan merupakan suatu tanggung jawab besar. Kita semua harus menghadapi tanggung jawab ini, sehingga  kita harus terus meningkatkan kemampuan pertolongan pertama kita.

Perawatan awal terhadap seorang korban kecelakaan harus memperhatiakan kondisi mental korban berikan pelayanan VIP sehingga tercipta rasa diutamakan ,diperhatikan kaarena hal ini sangat berpengaruh terhadap kondisi mental pasca kecelakaan.

Suatu kecelakaan terjadi dalam hitungan detik – tidak ada waktu untuk membaca buku, mengikuti kursus atau bahkan mencari nomor telepon. Menanggapi dengan cepat dan tepat, anda harus memiliki rencana standar yang baik untuk diikuti :

1. TETAP TENANG – ini akan memberikan rasa percaya diri pada korban dan mengurangi rasa takut.

2. HENTIKAN PENDARAHAN HEBAT – perban ketat dapat menghentikannya dalam kebanyakan kasus.

3. KEMBALIKAN NAPAS NORMAL – apakah anda sudah kursus C.P.R?

4. PERIKSALAH CIDERA YANG LAIN – informasi ini akan menghemat waktu pada saat pertolongan datang

5. BIARKAN KORBAN BERBARING – selimut akan membantu menjaga panas dan mencegah terjadinya goncangan.

6. TUNGGUI KORBAN – perintahkah seseorang menelepon ambulan sesegera mungkin.

7. LANJUTKAN TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA – dan berikan semangat sampai pertolongan datang.

8. JANGAN BERIKAN CAIRAN kepada korban yang pingsan.

9. JANGAN PINDAHKAN KORBAN dalam kondisi parah jangan pindahkan korban tanpa bantuan orang lain kecuali ada bahaya langsung di tempat.

Langkah-langkah ini pedoman bagi anda untuk menolong korban kecelakaan. Pastikan anda berkemampuan untuk memberikan pertolongan pertama dan CPR.

CATATAN KESELAMATAN UNTUK DIINGAT : Di tempat kerja atau di rumah – letakkan nomor-nomor telepon pos darurat dan alamat atau lokasi anda dekat pesawat telpon.

EMPAT KLASIFIKASI KEBAKARAN

Faktor utama  risiko kebakaran (fire risk) adalah  manusia itu sendiri (bencana kebakaran hampir seluruhnya disebabkan oleh ulah manusia ,man made disaster). Bencana kebakaran, masih banyak yang memandangnya bukan sebagai risiko yang dapat diminimalisasi, melainkan sebagai musibah. Dan masih kuat anggapan bahwa biaya untuk proteksi terhadap bahaya kebakaran bukan biaya yang tergolong sebagai biaya investasi yang dapat dikembalikan dalam waktu relatif cepat, atau sikap menggampangkan bahwa soal bencana kebakaran adalah soal nanti.

Dalam rangka melakukan pecegahan bahaya kebakaran di perusahaan maka semua lapisan karyawan harus memiliki pengetahuan dasar penggunaan APAR dan jenis apa yang cocok untuk digunakan pada saat diperlukan , berikut klasifikasi kebakaran tersebut :


- Kebakaran Klas A
Kebakaran dari bahan biasa yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, pakaian dan sejenisnya. Jenis alat pemadam : yang menggunakan air harus digunakan sebagai alat pemadam pokok.

- Kebakaran Klas B
Kebakaran bahan cairan yang mudah terbakar seperti minyak bumi, gas, lemak dan sejenisnya. Jenis alat pemadam : yang digunakan adalah jenis busa/foam sebagai alat pemadam pokok.

- Kebakaran Klas C
Kebakaran listrik (seperti kebocoran listrik, korsleting) termasuk kebakaran pada alat-alat listrik. Jenis alat pemadam : yang digunakan adalah jenis kimia dan gas sebagai alat pemadam pokok.

- Kebakaran Klas D
Kebakaran logam seperti Zeng, Magnesium, serbuk Aluminium, Sodium, Titanium dan lain-lain. Jenis alat pemadam : yang harus digunakan adalah jenis khusus yang berupa bubuk kimia kering.


Jumat, 13 Desember 2013

LIFE ROPE DAN LIFE BAR




keselamatan kerja menjadi hak semua pekerja. Pada pekerja dengan pekerjaan tingkat bahaya tinggi keselamatan kerja sangat mutlak untuk melindungi dirinya dan asset produksi.keselamatan kerja akan adabila si pekerja melengkapi aktifitasnya dengan pengetahuan dan keterampilan tentang keselamatan kerja


Bekerja di ketinggian sangat berbeda dengan bekerja di bawah faktor utamanya adalah terbatasnya area tumpuan pijakan bagi pekerjanya selanjutnya faktor kejiwaan sangat berperan, tidak semua orang bisa bekerja 5m diatas permukaan tanah atau lebih.
Bekerja di ketinggian bergerak dari satu titik ke titik yang lain harus berhitung dahulu ,tempat pijakan, kekuatan pijakan, keseimbangan, pemindahan beban, pemindahan alat kerja dan posisi kerjanya. tidak mudah dan dibutuhkan safety advisor dan safety officer yang berpengalaman dan banyak akal, untuk mensiasati suatu kontigensi di lapangan.

  
Pekerjaan konstruksi yang paling beresiko adalah 20% pekerjaan awal, yaitu pemasangan tiang-tiang dan merangkai tiang satu dengan tiang yang lain dengan pembautan, dalam kondisi ini pekerja konstruksi tidak memliliki tempat untuk mengkaitkan safety belt/body hardness nya,,,laluuu.....
Ada banyak kasus seorang pekerja konstruksi tersebut mengambil resiko dengan tidak mengkaitkan safety belt/body hardness nya ke apapun, untuk mengatasi kondisi ini sebagian sudah mengunakan life rope , tali yang kuat untuk menahan tubuhseseorang, sistem kerjanya seperti panjat tebing dimana ada seseorang yang bertugas melindungi orang lain.
Pada kasus yang lain adalah saat topping suatu bangunan ataupun pekerjaan perbaikan atap,untuk kondisi ini bentangkan tali/tambang /sling yang sesuai ukuran & kekuatannya secara temporary /dapat di pasang bongkar dengan cepat sebelum memulai pekerjaan .
  Dengan kasus yang mirip adalah kondisi di atas plafon dan dibawah atap, para pekerja akan menemui kesulitan untuk mengkaitkan safety belt/body hardness mereka , maka di atas plafon dan dibawah atap pasanglah life bar dari kabel sling / besi beton  secara permanen karena akan dipakai oleh petugas maintenance gedung secara berkala  .


APA ITU KEBAKARAN ??

Sering kita mendengar tentang kebakaran namun kita akan kesulitan untuk mendefinisikannya walau kita tahu apa itu kebakaran, penyebab & akibatnya.
KEBAKARAN :  Suatu reaksi kimia (suatu raeksi oksidasi ) yg bersifat Eksothermis,diikuti oleh evakuasi / pengeluaran cahaya, panas, serta dapat menghasilkan nyala,asap & bara secara tidak terkendali
PEMBAKARAN :  Suatu reaksi kimia (suatu raeksi oksidasi ) yg bersifat Eksothermis,diikuti oleh evakuasi / pengeluaran cahaya, panas, serta dapat menghasilkan nyala,asap & bara secara terencana dan terkendali.


Unsur¬2 terjadinya api:
1) Bahan bakar (fuel)
2) Oksigen (O2)
3) Panas (heat)

Dalam suatu kebakaran kita akan mendapati bahaya yang menyertainya  :

a. Bahaya karena asapnya
    - racun yang timbul dari bahan bakar
    - racun sisa pembakaran (arang)
    - O2 yg menipis (kurang dr 16%) 

b. Bahaya karena kobarannya
   -  panik berlebihan, pingsan, stres, melompat dr jendela dll

c. Bahaya karena panasnya
   -  banyak keluar cairan-pingsan
   -  panas membakar tubuh
   -  karena panas –jatuh pecah
   -  Timbul pergerakan udara/oksigen secara cepat

d. Bahaya2 lain
   -  Psikologis / sangat egois

Dari contoh beberapa bahaya diatas kita dapat pula mengidentifikasi dampaknya bagi manusia ,perusahaan,masyarakatdan proses produksi / distribusi,antara lain :

1. Orang bisa kehilangan jiwa
2. Gila sesaat / temporary

3. Produksi & kegiatan macet 
4. Produksi/Distribusi terlambat
5.     Produksi/Distribusi terhenti

Dengan mengetahui berbagai dampak diatas kita juga harus dapat mencegah dan menanggulagi bahaya kebakaran , ada 3 teknik pemadaman yang biasa dilakukan
yaitu :

1.Smothering-menutupi-menyelimuti 
 inti dari tehnik ini adalah mengisolasi O2 dari segitiga api contohnya dg karung basah,        pasir, lumpur, dg pemadam jenis foam.

2.Cooling-pendinginan
inti dari tehnik ini adalah dengan tujuan menghilangkan panas dengan menurunkan suhu sehingga segitiga api akan kehilangan panas .menyemprotkan air ke sumber material / titik kebakaran

3.Starvation-starvasi memisahkan benda
inti dari tehnik ini adalah menghilangkan /memindahkan material dari lokasi kebakaran.contohnya memindahkan material sehingga segitiga api akan kehilangan bahan mudah terbakar.

Dari beberapa hal diatas akan sangat baik/kondisi terideal adal kita harus melakukan pencegahan kebakaran dengan melakukan pengadaan alat alat pencegahan kebakaran dan dilanjutkan dengan perawatan secara berkala untuk memastikan kondisinya selalu siap pakai.
Adapun sarana / peralatan kebakaran itu adalah :

1) Apar, Hydrant, Sprinkler dll
2) Alarm system, tombol-tombol, manual alarm untuk pemberitahuan kebakaran secara dini
3) Tangga kebakarna, lampu-lampu petunjuk, lampu penerangan darurat, terpal luncur dll

Setelah sarana sudah siap kita harus konsisten untuk melakukan penanggulangan Kebakaran:

1. Preventif : pengendalian sumber kebakaran (pengawasan peralatan yang menimbulkan api, seperti las, listrik, kompor, setrika, mesin-mesin dll)

2. Prosedur evakuasi:
1) Sikap siaga (bunyi alarm bedakan antara alarm kebakaran & gempa bumi karena beda menyikapinya)
2) Tetap tenang (jangan berlari tetapi berjalan cepat)
3) Sikap bertindak (pandulah tindakan semua customer/karyawan  dg tegas dengan audio informasi sejelas-jelasnya)
Tindakan- tindakannya adalah
menutup semua pintu-pintu di lantai dasar kecuali pintu darurat
mengarahkan customer/karyawan keluar menuju tangga darurat / pintu keluar
karyawan yang tidak bertugas sebagai team evakuasi keluar melalui tangga darurat dengan menuju titik kumpul/center point..
4)  Team evakuasi mengecek lebih dahulu sebelum meninggalkan area terhadap kemungkinan orang tertinggal
5)  Setelah karyawan berkumpul di center point segera check sudah lengkap atau belum jika belum lakuakan tindakan SAR, karyawan yang sudah berkumpul segera berikan instruksi/ pengarahan lebih lanjut apakah  kegiatan  dapat dilanjutkan atau tidak
6)  Team keamanan terpadu dan petugas mekanikal/ elektrikal tetap bertugas sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing  
 

PRINSIP DASAR PENCEGAHAN KEBAKARAN (Fire Protection)

Proteksi kebakaran (fire protection) adalah merupakan aspek paling utama dalam program perlindungan kebakaran. Perencanaan yang baik dalam aktifitas pencegahan kebakaran akan dapat menyelamatkan miliaran rupiah dan juga nyawa manusia akibat kebaran. Salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran pada berbagai industri adalah tindakan tidak aman atau kondisi lingkungan yang kurang baik. Dengan memperbaiki tindakan tidak aman (unsafe act) dan kondisi lingkungan kerja maka penyebab terjadinya kebakaran dapat dikurangi.



Program proteksi kebakaran membutuhkan investasi baik personel kebakaran, peralatan kebakaran, waktu dan biaya-biaya lain yang cukup besar bagi perusahaan, namun hal ini dapat dijustifikasi dengan menperlihatkan bukti-bukti kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran. Investasi yang ditanamkan untuk program pencegahan kebakaran sangatlah jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kerugian yang dapat terjadi akibat kebakaran.

Program pencegahan kebakaran dapat kelompokkan menjadi tiga kategori utama yaitu;

1. Program engineering; yaitu program ini akan sangat efektif apabila dilakukan sejakdimulainya proses perencanaan bangunan yang meliputi perencanaan bangunan yang yang aman dari kebakaran dan perencanaan proses yang aman dari kebakaran, misalnya instalasi fire detection system (aktif) dan instalasi fire protection system (pasif).

2. Program edukasi; yaitu program untuk meningkatkan kesadaran pekerja / pengguna gedung  terhadap bahaya kebakaran, yaitu dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan tentang kebakaran, identifikasi penyebab kebakaran, bahaya kebakaran, pencegahan kebakaran dan evakuasi jika terjadi kebakaran.

3. Pogram Penegakkan Sistem; program penegakkan sistem adalah program untuk memastikan bahwa semua sistem pencegahan kebakaran sesuai atau standar operasi prosedur dengan fire code atau regulasi yang ada. Maka secara berkala harus dilakukan inspeksi terhadap semua fasilitas pencegahan kebakaran untuk memastikan semua berfungsi maksimal.
.

Program engineering memegang peranan yang sangat penting dalam pencegahan kebakaran. Tanpa didasari oleh prinsip teknis yang baik, program edukasi dan penegakkan sistem tidak akan bisa bisa optimal dalam mencegah terjadinya kebakaran. Prinsip engineering dalam pencegahan kebakaran yang harus diperhatikan adalah disain dan konstruksi bangunan, bahan bangunan, pemasangan sistem perlindungan kebakaran, pasokan air untuk pemadam, disain dan rencana pengembangan bagunan, sistem pemadam dan jaringan pasokkan air pemadam. Masukan dari inspektor kebakaran atau ahli kebakaran akan sangat berharga bagi insinyur perancang bangunan karena mereka memilki pengetahuan yang baik tentang fire code dan regulasi tentang kebakaran. Maka didalam merancang suatu bangunan dan proses, hendaklah melibatkan ahli kebakaran sehingga sistem pencegahan kebakaran dapat didisain sesuai dengan standar baku nasional atau internasional. Misalnya seberapa banyak titik fire detection, sprinkle dan fire extiguisher yang diperlukan dalam suatu area bangunan atau proses, dan dimana saja titik penempatannya yang paling tepat sesuai standar kebakaran atau fire code.

Hal lain yang sangat penting dalam program pencegahan kebakaran adalah pemahaman terhadap fire code atau standar baku kebakaran. Personel pencegah kebakaran harus mengetahui dan memahami fire code dan regulasi yang harus diterapkan untuk jenis industri mereka. Fire code dan regulasi yang harus dipahami misalnya adalah NFPA, OSHA, regulasi pemerintah, kebijakan perusahaan, perusahaan asuransi yang digunakan dan fire code atau regulasi yang spesifik terhadap proses atau bahan kimia tertentu.

Industri yang menggunakan teknologi moderen memasukkan sistem pencegahan kebakaran sebagai bagian dari sistem keselamatan secara keseluruhan. Namun jika sistem pencegahan kebakaran tidak merupakan bagian dari teknologi yang diggunakan seperti industri moderen, maka komite keselamatan kebakaran harus dibentuk untuk membantu pengembangan dan penerapan program pencegahan kebakaran, seperti identifikasi bahaya kebakaran, inspeksi proses tertentu, perencanaan kegiatan pencegahan kebakaran, melakukan pelatihan bagi pekerja, melakukan komunikasi program pencegahan kebakaran kepada pekerja dan komunitas disekitar pabrik atau perusahaan.

Penegakan sistem adalah merupakan program penting lainnya dalam mencegah terjadi kebakaran. Untuk menjamin bahwa sistem kebakaran yang sudah dibuat berjalan dan alat-alat pemadam selalu dalam kondisi baik maka perlu dilakukan inspeksi secara rutin. Setiap temuan dalam inspeksi sistem kebakaran harus dilaporkan kepada pihak manajemen untuk difollow up agar tidak terjadi kebakaran